PERJUANGAN UNTAS ADALAH UNTUK MEMBEBASKAN RAKYAT TIMOR TIMUR YANG SEKARANG DIPERBUDAK OLEH BANGSA LAIN

 

TAJUK

Perjuangan bertahun-tahun akhirnya menjadi bangsa pemulung dan budak bangsa lain sesungguhnya suatu penghinaan terhadap kemanusiaan.

Bagi orang Timor kenyataan ini mengetuk nurani untuk memahaminya sebagai kutukan dari Yang Maha Terang-NAI MAROMAK.

Kita telah berbuat yang mencurangi nurani kita sendiri. Kita telah menghancurkan keseimbangan dasar yang dijaga oleh alam semesta.

Kalau tidak benar mengapa  permasalahan kita selalu tidak ada titik akhirnya. Pintu penyelesaian terasa tertutup sama sekali untuk kita.

Kita telah melanggar hak asasi kita sendiri.

Mengapa dalam masalah HAM kita mau mengadili sebelah dan sengkongkol dengan sebelah.

Kita harus berlaku adil dan seimbang untuk penyelesaian masalah kita.

Mari wujudkan kejujuran nurani. Itulah perjuangan kita. Itu kejahatan sempurna. Sorot orang lain demi menyembunyikan kejahatan sendiri.

Marilah menjadi manusia. Mari berantas kemunafikan. Cukup dengan kebohongan, kecurangan dan ketidakjujuran!

Salam Perjuangan Setia.

 

HOME

Halaman Foto

PETISI INTEGRASI

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami atas nama seluruh rakyat Timor Timur, setelah memberikan kesaksian atas keputusan sidang paripurna terbuka Dewan Perwakilan Rakyat Timor Timur pada tanggal 31 M3i 1976 di Dili, yang pada hakekatnya merupakn perwujudan dari kehendak rayat sebagaimana tertuang dalam proglamasi Integrasi Timor Timur pada tanggal 30 Nopember 1975 di Balibo, dengan ini mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar dalam waktu sesingkat-singkatnya menerima dan mengesahkan Integrasi rakyat serta wilayah Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sepenuhnya tanpa refrendum.

 

Dili, 31 Mei 1976

PEMERINTAH SEMENTARA TIMOR TIMUR

KEPALA EKSEKUTIF

 

 ARNALDO DOS REIS ARAUJO

 

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT TIMOR TIMUR

KETUA

 

GUILHERME MARIA GONCALVES.

PENJARA UNTAET DAN CNRT DI TIMOR TIMUR

HASIL PENERAPAN STRATEGIS KOMONIS GAYA STALINIS

 

PENJARA KELAS "A"

Berlokasi Di Waimori Dan Aileu Penjara Kelas Berat Dimana Tahanan Dihukum Dalam Lubang Bawah Tanah, Disiksa Dengan Kalajengking, Kaki Seribu Dan Ular Berbisa  Bertujuan Untuk Mencuci Otak Para Politisi Dan Para Pemimpin Politik Jumlahnya Ratusan Orang.

 

PENJARA KELAS "B"

Berlokasi Di Belakang Polres Dili Penjara Kelas Menengah Dimana Tahanan Diisolasi Dan Dipaksa Hidup Tak Layak Dalam Kondisi Serupa Dengan Kandang Babbi Dikurung Dalam Terali Berduri Tanpa Atap Dan Dalam Jumlah Yang Berdesakan Tampa Kondisi Yang Layak Untuk Manusia

 

PENJARA KELAS "C"

Berlokasi Di Rumah Rumah Dan Ditempat Kerja Umum Adalah Hukuman Kerja Paksa Tanpa Upah Dirumah Pasukan Dan Tempat Kerja Umum Sebagai Kulih, Tukang Cuci, Penjaga Gudang, Dan Lain-Lain Kerjaan Yang Memerlukan Pekerja Kasar.